HATI TERBAKAR SEPI

Di balik cermin

Yang menatapku lagi

Di hujan malam ini

 

Derai nafas gelombang menderu berpacu menghiasi ratapan

Memaksa tua rumput ilalang

Mengikuti melodi alunan tangis langit malam

 

Belum juga datang

Bias sinar bintang yang masih bergelut dengan prodeo troposfer

Bulum juga muncul

Rembulan yang masih bersolek dalam deraian

 

Di sudut kota tua ini, aku masih tertegun, sendiri

Memandang pucatnya langit-langit kamar

Mencoba menggores tinta emas di halaman hati yang masih putih

Menepis rasa yang mestinya tak pantas dimiliki

 

Dan aku

Aku ingin berlabuh

Di pelabuhan indah hatimu

Meski dengan hati yang terbakar sepi…

 

 

Kukusan Teknik – Depok, 28 Juni 2011 

 

Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s