DI PENGHUJUNG MUSIM BAHAGIA

Dalam udara yang dipaksa beku di ruangan kelas ini

Dalam gubahan kata seorang penyair tua di depan sana

Waktu t’lah tunjukkan bahwa ia lah yang jumawa

Membawa asa ini ke muara untuk dibumbung tinggi

 

Serpihan duka, luka, nestapa t’lah diukir

Apakah cukup sampai di sini dan berakhir?

Tidak!!! Wajah itu terlalu memesona untuk terlupa

Dan aku kan berjingga bagi sepiku yang berselera

 

Di penghujung cerita, biar rasa yang menepis semua

Biar terpatri indah berbingkai rindu dalam kalbu

Untuk menjadi peri kecil yang tersinari bila kau ingin menari dengannya nanti

Yang tak kan pudar meski gelombang sepi terus menjejali

Yang tak kan sirna meski diperkosa karang hati

 

Air mata bukanlah jawaban atas ini

Atas apa yang telah kita rajut selama ini

Jangan bersedih wahai penguasa hati pelipur diri

Aku yakin masih ada waktu untuk bermimpi

 

Dan aku akan selalu ingat masa ini

Di kala senja di musim yang bahagia

Di kala sepi jadi obat dan cinta datang merambat

 

Tuhan, ajar aku kesabaran…

 

 

Srengseng Sawah – Jaksel, 29 Juni 2011

 

Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s