AKU BUKAN PEMUDA BIRU

Hari itu aku tahu

Itu hari yang spesial bagimu

Kesabaranmu selama ini berbuah madu

Aku tahu kau sangat bahagia

Dan sudah kubilang

Bahagiamu buatku tersenyum

 

Hari itu aku tahu

Matahari, bulan, bintang ucapkan selamat padamu

Perak, platina, tembaga ajak kau lepaskan penat bebanmu

Utara, barat, selatan siapkan kejutan buatmu

Dan fajar, pagi, senja berikan cendera untukmu

 

Namun aku sadar, aku bukanlah pemuda biru

Yang selalu melihat sesuatu dengan hati yang biru

Aku hanyalah kuning yang terbuang dari kumpulannya

Kuning yang ingin suatu saat membiru, namun belum biru

 

Aku hanya satu dari catur yang kusebutkan

Aku ingin menjadi dwi, tapi aku belum pantas

Aku ingin menjadi tri, boleh, tapi dalam mimpi

Aku ingin menjadi catur, tapi aku bukan pemuda biru

 

Kutitipkan kata maaf pada angin malam, tapi dia tak sudi

Pada sinar bulan dan bintang, itu hanya akan meredupkan sinarku!

Dan biarlah maaf itu kutitipkan pada air hujan

Ia akan membasahi dan mengalirinya bersama tanah kotor menjadi lempung

Terhempas tanpa arah dan tujuan

 

Sungguh tak ada kerikil sesalku atas semua itu

Aku jumawa bisa mengenal emas sepertimu

Dan apabila kuning ini telah melanglang bersama waktu

Aku hanya berharap kau bilang, “Dia Baik Bagiku

 

 

Depok – Jabar, 6 Juli 2011

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s