DI STASIUN GAMBIR

Adalah musim yang membawaku pada Januari

Pada terik yang menikam sepi

Pada hujan yang menjadikannya puisi

 

Kini puisi Januari telah datang dengan seribu lampahan hujan

Kenangan tergenang

Oleh rintik yang getir di Stasiun Gambir

 

Sesekali kutengok lagi genangan itu

Apakah masih harum seperti dulu

Atau malah berubah kelabu

 

Ah, aku tahu

Kidung-kidung pertemuan

Tak lagi mampu menahan bulir hujan perpisahan

Jatuh, kemudian luruh

 

Hingga peluit dibunyikan

Aku masih belum paham

Apakah aku, kamu, atau kereta ini yang menjauh

 

Lalu tinggallah rel-rel dan peron yang menggigil kedinginan

Bersahut-sahutan akan pesan yang kutinggalkan:

Akan ada yang selalu datang dan pergi seperti hari

Tapi, aku akan kembali untukmu esok hari

 

Kemudian kau tersenyum, lalu pergi…

 

 

Gambir – Jakpus, 15 Januari 2013

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s